Beras Plastik Mengiritasi Pencernaan


MixBlog  --- Praktisi kesehatan, Dr Ari Fahrial Syam, mengatakan beras plastik sangat berbahaya untuk tubuh kita. Karena komponen dari plastik bukan sesuatu yang bisa dikonsumsi. Akibatnya sistem pencernaan tidak akan mencerna makanan yang mengandung plastik ini dengan sempurna. 

"Secara akut bisa saja terjadi gangguan langsung pada sistem pencernaan. Makanan yang mengandung plastik akan butuh lama berada di dalam lambung kita," kata dokter dari Universitas Indonesia ini seperti dikutip Tempo dari milis kesehatan. 

Hal ini, kata Ari, akan menimbulkan rasa begah, penuh, dan cepat kenyang. Gangguan yang terjadi selanjutnya bisa juga terjadi mual dan bahkan muntah. Selain itu bisa saja komponen dari plastik tersebut mengiritasi sistem pencernaan kita. 

Proses pembuangan dari makanan yang mengandung plastik, kata Ari, juga bisa membuat masalah bisa terjadi diare atau malah susah buang air besar.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Sucofindo menyatakan ada unsur phthalatedalam beras palsu dari Bekasi tersebut. Phthalate bisa diserap oleh usus kita, masuk ke dalam darah dan sampai di hati.


Baca Juga : Dampak Makan Nasi Beras Pelastik.

"Memang sebagian besar zat ini akan dikeluarkan melalui kencing sehingga kita sebenarnya bisa mendeteksi kadar phthalate pada urine kita," kata Ari yang telah dikonfirmasi Tempo

Zat ini, kata Ari, akan merusak liver sehingga sistem pencernaan akan terganggu lebih lanjut. Pada penelitian binatang paparan phthalate pada liver akan menyebabkan berkembangnya kanker liver di kemudian hari. (http://mixblog22.blogspot.com).

Tiga Dampak Ngeri Makan Nasi Beras Plastik

http://mixblog22.blogspot.com
JAKARTA - Uji laboratoriun terhadap beras plastik yang beredar di Bekasi, yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) seperti jalan di tempat. Hingga kemarin pengujian belum juga membuahkan hasil.

"Siang tadi (kemarin, red) baru saja saya menghubungi BPOM. Mereka mengaku masih meneliti beras yang dikatakan beras plastik itu," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama.
     
Dia menegaskan keputusan final apakah beras itu plastik atau bukan, berada di bawah kewenangan BPOM. Tjandra mengatakan laboratoriumnya siap mendukung penelitian atau uji laboratorium itu.

Diantaranya mereka memiliki laboratorium berbasis high performance liquid chromatography (HPLC). Laboratorium ini mempunya kemampuan mendeteksi senyawa padat dalam suatu bahan. "Pernah kita coba saat mendeteksi kandungan karbamat dalam pestisida," tambahnya.
     
Tjandra mengatakan ada tiga akibat yang bisa muncul dari konsumsi plastik. Yakni mengakibatkan trauma di saluran cerna akibat fisik konponen plastik yang dikonsumsi.

Meskipun komponen plastik sudah cenderung lentur setelah ditanak, namun tetap berpotensi membuat trauma organ pencernaan. Dampak berikutnya adalah efek bahan kimia tertentu yang dipakai. Menurutnya, bahan baku plastik sangat beragam sehingga perlu diketahui secara pasti bahan kimia apa yang dipakai.
     
Terkait senyawa polyvinyl, Tjandra menguatkan kesimpulan bahwa zat tersebut merupakan salah satu bahan dasar pembuat plastik. Kemudian muncul kabar bahwa beras imitasi ini juga mengandung resin exudat. Bahan ini berfungsi sebagai perekat dan pengawet.

"Kepastian bahan-bahan apa saja yang dipakai, sebaiknya menunggu hasil uji laboratorium BPOM," tandasnya.
     
Dampak ketiga, kata Tjandra, bahan-bahan pembuat plastik itu berpotensi masuk atau terserap ke dalan pembuluh darah. Penyerapan ini melalui mukosa saluran cerna.
"Jika demikian maka dampaknya sudah menyebar ke seluruh tubuh, bisa memicu berbagai penyakit termasuk kanker," ujar dia. Kasus serupa yang pernah mengegerkan adalag susu formula yang tercampur atau tercemar melamin di Tiongkok.
     
Meskipun berpotensi mengganggu kesehatan, Tjandra menegaskan belum ada kasus kesakitan akibat konsumsi beras imitasi ini. Namun dia mengatakan, beras yang terbuat dati plastik tidak layak konsumsi. Oprasi pasar untuk menarik beras plastik dia nilai langkah yang tepat untuk mencegah perluasan konsumsi di masyarakat. (http://mixblog22.blogspot.com).

Jangan Percaya Mitos Kanker Ini

http:mixblog22.blogspot.com

MixBlog --- Kanker dipandang sebagai salah satu penyakit paling menakutkan. Tak dipungkiri, kanker memang termasuk penyakit yang mematikan. Meski begitu, bukan berarti tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker. Sayangnya, masih ada berbagai mitos yang beredar tentang kanker
Mitos 1 : Kanker adalah penyakit modern
Apakah Anda termasuk orang yang berpendapat bahwa kanker adalah penyakit baru, yang kebanyakan disebabkan oleh berbagai kebiasaan di masa modern, seperti merokok, proses makanan yang tidak sehat, hingga stress tiada henti? Faktanya adalah, kanker sudah ada sejak dahulu kala, pada 1200 Sebelum Masehi, kanker ditemukan di wilayah Sudan. Lalu, di pertengahan tahun ‘70-an, penderita kanker meningkat hingga 20%. Namun, seiring itu berbagai obat-obatan medis ditemukan untuk membantu penderita kanker bertahan hidup. Sebenarnya, faktor risiko terbesar terserang kanker adalah usia, semakin tua usia, semakin besar risiko kanker. Namun, kebiasaan merokok meningkatkan risiko terkena kanker di usia muda.
Mitos 2: Tak ada yang bisa dilakukan. Terkena kanker adalah takdir yang bisa dihindari
Berdasarkan hasil penelitian kanker di Inggris, sebagian kecil penyebab kanker, sekitar 5-10% berkaitan dengan faktor genetik, tapi 40% lainnya berkaitan dengan lifestyle. Tapi, karena kanker muncul dari kerusakan gen yang tumbuh dari waktu ke waktu, Anda sebenarnya masih dapat melakukan pencegahan agar sel kanker tak memburuk. “Meski tak ada jaminan terhindar dari kanker, Anda bisa menghadang kanker dengan tidak merokok, mengonsumsi makanan sehat, menjaga berat badan ideal, tidak mengonsumsi alkohol berlebih, olaharaga, dan beraktivitas di bawah sinar matahari dengan aman,” ujar Sarah Williams, senior staf informasi kesehatan Cancer Research UK.
Mitos 3: Deodoran menyebabkan kanker
Banyak yang mengatakan, saat menggunakan deodorant atauantiperspirant, akan menghentikan produksi keringat. Kemudian, keringat yang terhambat keluar akan berubah menjadi racun, yang kemudian akan membentuk gumpalan di bawah ketiak. Ini dipercaya sebagai awal mula terjadinya kanker kelenjar getah bening dan kanker payudara. “Tak ada bukti meyakinkan bahwa deodorant danantiperspirant menyebabkan kanker  payudara. Semua penjelasan itu tidaklah benar. Kanker payudara berawal dari payudara. Selain itu, tubuh memiliki berbagai cara menyingkirkan racun. Keringat dan kelenjar getah bening tidaklah berhubungan,” jelas Sarah.
Mitos 4: Merokok sesekali, aman dari kanker
Anda mungkin bukan perokok berat yang menghabiskan rokok beberapa kotak dalam sehari, tapi merokok sesekali bukan berarti Anda terhindar dari risiko kanker. Sebuah penelitian menunjukkan, seseorang yang hanya menghabiskan empat batang rokok per hari hampir 50% tutup usia lebih dulu, dibanding mereka yang tak merokok sama sekali.  Begitupun jika Anda merokok untuk pergaulan, misalnya hanya merokok di akhir pecan. Belum lagi, jika itambah dengan konsumsi alkohol. Perpaduan rokok dan alkohol akan membuat kerusakan dalam tubuh berkali lipat dan memudahkan sel kanker berkembang. Lalu, bagaimana dengan shisa? Efeknya memang tidak seburuk rokok, tapi penelitian menunjukkan adanya keterkaitan dengan munculnya kanker. Ada baiknya, menjauhi agar terhindar dari risiko kanker. (http://mixblog22.blogspot.com)

Detoks Tubuh dengan 7 Makanan Ini

http:mixblog22.blogspot.com

MixBlog --- Setiap hari, tanpa disadari tubuh terpapar bahan kimia yang beracun, entah itu dari makanan yang dikonsumsi, losion pelembab kulit, hingga udara yang dihirup saat bernapas. Meski tubuh berusaha menjalankan tugasnya untuk bertahan dari berbagai racun, dalam jangka panjang, racun-racun tersebut akan merusak tubuh Anda. Karena itu, penting melakukan detoks dengan mengonsumsi makanan sehat. Berikut sumber makanan terbaik, untuk membantu membersihkan tubuh dari berbagai racun.

1.       Rumput Laut
Rumput laut telah lama dikenal di negara-negara Asia sebagai sumber makanan bernutrisi dan bermanfaat sebagai obat. Tidak hanya diperkaya yodium dan kalium, rumput laut juga dipercaya meningkatkan fungsi hati, yang membantu tubuh melakukan detoksifikasi secara alami.
 2.       Jahe
Rempah serbaguna ini membantu menyingkirkan racun dari dalam tubuh. Jahe dikenal baik untuk memebersihkan pencernaan, penyembuh pilek, meredakan batuk, mengurangi rasa mual, dan memberi kehangatan pada tubuh. Tambahkan beberapa iris jahe segar ke dalam makanan, untuk menghilangkan racun serta mentralkan efek negatif dari makanan tak sehat yang dikonsumsi. Tak hanya itu, studi terbaru menunjukkan bahwa jahe juga dapat membantu menjaga nafsu makan.
 3.       Alpukat
Bukan hanya enak, alpukat juga mengandung banyak serat yang sangat bermanfaat. Dengan tercukupinya kebutuhan serat yang diperlukan tubuh, maka sistem pencernaan akan lebih sehat, sekaligus menghindarkan dari berbagai gangguan buang air besar seperti sembelit. Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal, asam lemak omega 9, sumber antioksidan, vitamin E, vitamin C serta kolagen.
 4.       Bit
Bisa dibilang,  bit adalah sumber makanan terbaik untuk membantu detoksifikasi tubuh. Bit diperkaya dengan vitamin, mineral, termasuk magnesium, seng, dan kalsium. Buah bit juga dapat membantu mengatasi anemia. Karena kandungan zat besinya yang cukup tinggi, berguna untuk mengaktifkan kembali dan meregenarasi sel darah merah serta menyuplai oksigen yang bermanfaat bagi kesehatan sel-sel darah merah.
 5.       Nanas
Buah ini memiliki kandungan air yang melimpah di dalamnya. Perpaduan rasa manis asam membuat nanas terasa segar saat dikonsumsi. Kandungan antioksidan dalam buah nanas dapat menangkal berbagai radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit kanker. Nanas juga kaya akan vitamin A, vitamin C, mineral, dan mangan.
 6.       Apel
Buah apel diperkaya dengan berbagai vitamin penting yang dibutuhkan untuk memperkuat tubuh. Apel juga mengandung pektin, sejenis serat yang diketahui membantu membersihkan kandungan metal di dalam tubuh, yang menumpuk akibat makanan dan lingkungan tidak sehat. Apel juga membantu menyingkirkan parasit pada usus, merawat kulit bermasalah, mengobati peradangan di kandung kemih dan mencegah gangguan fungsi hati. Konsumsi satu buah apel setiap hari akan membuat tubuh lebih sehat.
 7.       Kayu Manis
Anda mungkin jarang mengonsumsi rempah ini, tapi selain menambah aroma dan kelezatan makanan, kayu manis mengandung zat besi, kalsium dan mangan yang akan membantu tubuh mengonsumsi asam lemak dan menjaga kadar gula darah stabil.

Pencernaan "Error" Karena Beras Plastik

http:mixblog22.blogspot.com
MixBlog --- Mungkin anda sudah tahu bukan, tentang berita yang lagi ramai sekarang?
Beras yang diduga berbahan baku plastik ditemukan di Bekasi, Jawa Barat. Jika dikonsumsi manusia, beras plastik jelas dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sebab, plastik bukanlah bahan makanan untuk dikosumsi manusia. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Ari Fahrial Syam mengungkapkan, konsumsi beras plastik dapat menganggu saluran cerna atau membuat pencernaan menjadi error. "Kalau dimasak, plastik akan terurai. Ada bahan kimia yang terurai masuk bersama makanan. Tubuh akan salah mengenali, akibatnya sistem pencernaan kita menjadi "error" karena racun tersebut," terang Ari saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/5/2015). 

Ari menjelaskan, plastik merupakan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Plastik tidak akan diproses secara sempurna oleh sistem cerna manusia. Jika dikosumsi dalam jumlah banyak, konsumsi beras plastik dapat menimbulkan reaksi di saluran cerna. "Tentu keluhan pencernaan akan muncul pada orang yang konsumsi beras plastik, seperti mual, kembung, muntah, jadi susah buang air besar," ungkap Ari. 

Isu beredarnya beras plastik ini, berawal dari adanya laporan seorang warga yang diduga membeli beras plastik di Bekasi. Warga bernama Dewi itu, meyakini beras yang dibelinya bercampur dengan plastik, karena ia pernah melihat pemberitaan beredarnya beras sintetis di Indonesia di salah satu stasiun televisi swasta. Dewi merasa ciri beras yang disebutkan sama dengan yang ia beli. Dewi yang merupakan penjual bubur itu, melihat perbedaan ketika beras dimasak dan akan dikosumsi. (http://mixblog22.blogaspot.com).